Bagaimana Jika Tubuh Sedang Berhibernasi?


HOTMAGZ-Hibernasi atau dengan kata lain beristirahat adalah keadaan dimana metabolisme tubuh menurun, biasanya hal ini terjadi pada hewan yang ditandai dengan suhu tubuh yang lebih rendah, pernapasan yang mulai berkurang kecepatannya, serta kecepatan metabolisme yang menurun. Tujuan para hewan melakukan hibernasi ini untuk mengurangi keluarnya energi, terutama ketika sedang musim dingin yang dimana makanan sulit dicari dan menyebabkan cadangan energi, lemak tubuh terpaksa digunakan. Lamanya hibernasi tidak selalu sama, tergantung dari jenis spesiesnya, lingkungan sekitar, dan juga waktu. Beruang adalah sebagai salah satu hewan yang dikenal sering berhibernasi.

Bagaimana dengan manusia? Apakah dapat berhibernasi juga?

Jika dengan sengaja manusia melakukan hibernasi belum tentu bisa. Namun jika dilakukan tanpa disengaja, jelas bisa jawabannya! Hal ini telah dilansir oleh versesofuniverse.blogspot.com. Seperti yang terjadi saat bulan Februari 2012 kemarin, seorang pria ditemukan telah terjebak didalam sebuah mobil yang mobilnya tertimbun dalam salju selama dua bulan lamanya. Ia tidak memakan makanan apapun selama didalam sana. Setelah ia dikeluarkan dari mobil tersebut, dokter yang memeriksanya mengatakan bahwa ia selamat karena suhu inti tubuhnya turun hingga sekitar -30ºC dan tetap seperti itu, proses yang sama dengan beruang ketika sedang hibernasi.

Terjebak dalam Mobil yang tertutup salju selama 2 bulan
 Beberapa kasus yang terjadi, setiap orang yang ingin berhibernasi, mereka melakukan meditasi terlebih dulu biasanya. Ketika orang sedang tidur, oksigen tubuh yang digunakan hanya sebesa 6 persen. Herbert Benson, seorang profesor kedokteran di Harvard Medical School, telah mempelajari tentang biksu-biksu Tibet ketika mereka sedang bermeditasi dengan serius dan dalam, ditemukan bahwa mereka dapat mengurangi kebutuhan oksigen mereka sebanyak 64 persen.

Kemungkinan ilmu kedokteran dapat menurunkan metabolisme dan suhu tubuh secara drastis suatu hari nanti, ini digunakan untuk menjaga pasien yang trauma bisa tetap hidup. Mengurangi kebutuhan oksigen juga dapat mengurangi resiko terjadinya kerusakan jaringan dalam, di mana tubuh tidak bisa mendapatkan oksigen sebanyak biasanya, misalnya selama seseorang sedang mengalami serangan jantung.

Seperti penelitian yang dilakukan oleh Mark Roth, seorang ahli biologi di Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson di Seattle, menyimpulkan sesuatu dengan percobaannya yaitu tikus-tikus yang menghirup udara dengan diinfuskan dengan hidrogen sulfida, tingkat pernapasannya dapat berkurang hingga 92 persen dan dapat menurunkan suhu tubuh juga. Tapi ketika disadarkan lagi, dengan sendirinya tubuh akan normal kembali.

Tapi apakah Sobat Hotmagz mau menghirup hidrogen sulfida yang terkenal dengan baunya yang seperti bau kentut? (terselubung.in)
Advertisement