Bagaimana Bisa Ada Danau di Tengah-Tengah Gurun Pasir?


HOTMAGZ- Benar-benar sesuatu yang misterius! Bagaimana bisa ada sebuah danau ditengah-tengah gurun di Tunisia. Dengan kemunculan danau ini sempat membuat terkejut para ilmuwan dan warga setempat sehingga mereka tidak bisa memberikan penjelasan apapun soal ini.

Seperti yang dilansir oleh Alam Mengembang Jadi Guru, banyak wilayah di Tunisia mengalami kekeringan yang amat parah dalam waktu bertahun-tahun. Bahkan, daerah Tunisia sampai masuk ke dalam daftar “negeri yang mengalami kelangkaan air tawar” oleh PBB. Dan tiba-tiba semua orang dikejutkan dengan adanya danau ini ditengah-tengah gurun, sebuah misteri yang hingga saat ini belum dapat terjawab, namun ini juga dianggap menjadi sebuah berkah yang luar biasa dalam kondisi kekeringan ini.

Tidak diketahui dengan jelas kapan danau ini muncul, karena di daerah gurun adalah wilayah dari Tunisia yang paling selatan dan jarang sekali diminati warga untuk dijadikan tempat pemukiman. Danau ini bisa saja sudah berada disana sejak lama tanpa ada yang mengetahuinya. Awalnya, danau ini ditemukan oleh seorang gembala lokal kira-kira tiga pekan lalu. Setelah itu langsung menyebarlah berita kemunculan danau misterius ini ke seluruh penjuru Tunisia. Sejak saat itulah mulai banyak orang-orang yang mendatangi danau itu untuk mencari kesejukan dalam suhu sekitar hingga 40 derajat celsius ataupun hanya sekedar melihat-lihat saja.


Keberadaan danau ini sekitar 25 km dari Gafsa, meliputi area sekitar 2,6 acre (1 hektar) dengan kedalaman yang mencapai 10 sampai 18 meter menurut Al Arabia. Yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Gafsa Beach.

Sementara banyak warga yang mengetahui hal tersebut menganggapnya sebagai suatu berkah, tapi pejabat Direktorat Daerah Perlindungan Sipil (RDCP) mengkhawatirkan ini dengan kondisi kesehatan orang-orang sekitar situ. Rencananya, para pejabat akan memberitahukan warganya bahwa air yang berasal dari danau tersebut tidak sehat jika digunakan untuk berenang, dan berpotensi bahaya untuk tubuh. Hatef Ouigi, direktur RDCP, menganggap peringatan tersebut adalah sebagai upaya pencegahan, karena pemerintah setempat memerlukan waktu yang cukup lama untuk memeriksa dan mengetahui bagaimana kualitas air tersebut dan akan melakukan beberapa tindakan perlindungan apapun yang mungkin nantinya akan dibutuhkan.

Walaupun sampai saat ini para pejabat masih belum tahu dengan jelas bagaimana danau tersebut dapat muncul, namun mereka mempercayai adanya aktivitas seismik meretakkan lapisan batuan yang memungkinkan reservoir bawah tanah mengalir keluar ke lembah gurun. Karena adanya aktivitas pertambangan fosfat di sekitar wilayah tersebut, pemerintah mengkhawatirkan air danau tersebut berpotensi mengandung karsinogen. Seperti yang dilaporkan Courier Internasional, pemerintah juga mengkhawatirkan air tersebut juga berpontensi mengandung partikel radioaktif.


Walaupun masih banyak teka-teki tentang kemunculan danau ini, tapi yang pasti adalah bahwa warga sekitar danau tersebut ingin terus menikmati kesejukkan di tengah-tengah cuaca yang begitu panas. (terselubung)


Advertisement