Bagaimanakah Tempat Tinggal Manusia Di Mars Nanti?

 
(Hawaii Space Exploration Analog and Simulation/Hi-Seas)
HOTMAGZ- Mungkin banyak orang penasaran dengan pertanyaan "bagaimana jika manusia tinggal di planet Mars?". Sepertinya dulu, hal ini menjadi sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Namun, tidak mustahil di jaman yang sudah modern ini. Pada suatu hari nanti, koloni manusia akan berangkat ke Planet Merah itu. Saat ini  Hawaii Space Exploration Analog and Simulation atau Hi-Seas sedang membuat sebuah proyek yang didukung oleh  Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) untuk membuat rumah-rumah yang menjamin orang dari Bumi yang akan tinggal disana.

Walaupun belum ada wujud nyatanya alias masih konsep, rumah ini memiliki bentuk serupa dengan kubah yang akan ditambahkan panel surya yang bermanfaat untuk mengumpulkan energi. Dibuat juga langit-langit rumah yang tinggi agar para penghuni merasa nyaman didalamnya. Dan inilah yang menjadi keunikkan yakni ada printer 3 dimensi yang akan membuat segala macam alat.


"Beberapa orang mungkin menganggapnya mengada-ada, namun skrenario seperti itu mungkin akan terjadi tak lama lagi di masa depan, ketika misi pertama ke Mars diberangkatkan -- dan NASA sedang mempersiapkan keberangkatan itu dengan melakukan studi baru di Hawaii," demikian pernyataan Hi-Seas seperti dikutip dari Daily Mail.

Pengerjaan proyek ini dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini sudah dua dari 3 misi terselesaikan. Dan untuk misi yang ketiga akan dilakukan selama 8 bulan lamanya, dan ini baru saja dimulai.

Dalam melaksanakan misi yang ketiga, dibutuhkan 6 orang kru untuk tinggal dalam sebuah kubah besa yang berada di wilayah terpencil di Hawaii, Mauna Loa. 


Kubah yang ditinggali para kru itu memiliki lebar hingga 11 meter, dengan luas kira-kira 93 meter persegi, seperti yang diungkapkan jurnalis sains Kate Greene.

"Kuncinya adalah membuat semua orang tetap waras di sini. Merasa tetap dikelilingi udara," imbuhnya.

Semua kru yang ada disana harus menjalani misi itu. Jika mereka keluar dari kubah tersebut, hendaknya mereka mengenakan pakaian luar angkasa khusus, seperti yang kerap digunakan para astronot Mars.

Demi terhindarnya para kru dari gangguan sesak napas, kubah tersebut sengaja dibuat dengan memiliki langit-langit yang begitu tinggi dan bertingkat dua. Agar badan tetap sehat, mereka harus melakukan olahraga secara rutin dan teratur.


Ketika proyak berlangsung, diadakan juga penundaan komunikasi selama 24 menit kepada para kru, seperti yang akan dilakukan dalam misi Mars di masa depan.

Dalam kubah tersebut ada kamar yang total jumlahnya 6 buah, dengan bentuk menyerupai potongan pie, beserta matras, kursi dan bangku. Untuk memastikan kebutuhan mereka tercukupi dan tidak kekurangan, maka disediakan printer 3D.

Stok energi sudah disediakan oleh tenaga surya, tapi listrik yang berasal dari sel bahan bakar hidrogen jgua sudah disiapkan sebagai cadangan.

Sebagai bentuk dukungannya, NASA telah menyumbangkan dana sebesar US$ 1,2 untuk menjalankan program Hi-Seas dalam melanjutkan studinya dalam memepelajari  faktor-faktor manusia yang diperkirakan dapat berpengaruh pada masa depan di Mars.

Dengan diadakannya studi ini, para peneliti akan mempelajari hal apa yang akan dialami manusia ketika dalam misi perjalanan sekali menuju Mars. Dan tidak akan ada peluang untuk dapat kembali ke Bumi.

Hasil yang diperoleh dalam studi ini akan sangat berguna untuk  misi nyata ke Planet Merah, yang diperkirakan akan berlangsung di tahun dalam dua dekade mendatang.

Proyek Mars One ini akan mengirimkan empat orang Marstronot (sebutan untuk astronot ke Mars) setiap dua tahun sekali, yang akan dimulai pada 2025, sehingga akan terbentuknya koloni yang memiliki anggota sebanyak 40 orang.
(Liputan6)
Advertisement