Murtadin Cerdas, Sekelompok Orang Yang Berganti-Ganti Kepercayaan

Gereja St Paul di Amerika Serikat akan menjadi masjid. istimewa ©2014 Merdeka.com
HOTMAGZ- Tidak mudah bagi siapa saja untuk mencari informasi tentang komunitas murtad atau orang-orang telah berganti agama atau keyakinan. Tetapi Anda bisa menemukan salah seorang dari antara banyak melalui akun Twitter @positve_oposite.

Seperti yang mereka katakan kepada orang-orang, mereka menyebut dirinya sebagai komunitas murtadin cerdas. Komunitas ini dibentuk pada tahun 1999 oleh anggota yang baru berjumlah 8 orang. Kegiatan sehari-hari mereka hanya bertanya-tanya soal keberadaan Tuhan. Namun, awalnya komunitas tersebut tidak langsung muncul ke publik. Mereka baru memberanikan diri untuk tampil di muka umum sejak dua tahun yang lalu, itu pun hanya melalui dunia maya.

Ya, hal ini sangat wajar. Karena sepertinya akan terlalu bahaya bagi nyawa para anggota komunitas tersebut, karena masalahnya komunitas ini bisa berganti-ganti kepercayaan. Di akun Twitter itulah mereka bisa dengan leluasa mendiskusikan sesuatu yang berhubungan dengan agama mereka sebelumnya dan kepercayaan yang baru mereka peluk.

Nama yang disamarkan sebagai PO adalah salah seorang yang ikut dalam mendirikan komunitas ini dan hingga saat ini masih menjadi aktivis dari komunitas murtadin cerdas. Tapi begitu sulit jika harus terus mengorek informasi dengan detil dari dirinya.

Ia mengatakan bahwa usia dari komunitas ini sudah 21 tahun, "Komunitas ini berdiri sejak 1999 dan awalnya terbentuk oleh delapan orang," ungkap PO kepada merdeka.com menggunakan pesan singkat.

Awalnya komunitas ini dibuat saat akan melaksanakan salat Jumat. Delapan murtad ini mengadakan pertemuan di lantai dua rumah PO yang berlokasi di Jakarta. "Jumat jam sebelas di rumah saya kumpul, berbagi sudut pandang tentang agama," ujarnya.

Mereka rasa bahwa ada hal-hal yang perlu untuk didiskusikan, jadi setiap Jumat mereka selalu mengadakan pertemuan para anggota komunitas murtadin cerdas. Yang diadakan sebelum hingga selesai orang-orang menjalankan salat Jumat. "Saat itu kami bertukar pikiran soal eksistensi Tuhan dari berbagai perspektif. Karena itu, komunitas murtadin terlahir," tuturnya.

PO mengakui bahwa komunitasnya ini terdiri dari sekumpulan orang-orang yang cerdas dari latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Walaupun mereka sudah jarang bertemu, namun komunikasi satu dengan yang lainnya masih tetap lancar. Hingga saat ini, anggotanya sudah bertambah menjadi 18 orang. (Merdeka)
Advertisement