Faktor yang Mempengaruhi Nilai Berita Tinggi

Posted on

Hotmagz.com – Apa yang disebut dengan nilai berita? Masih ingat dengan kategori pembaca kan, ada yang karena menyukai dan ada yang karena membutuhkan. Kira-kira, bacaan atau jenis tulisan seperti apa yang disukai dan dibutuhkan pembaca? Nggak perlu memikirkan pembaca, tapi tanyakan saja kepada dirimu.

Apa itu Nilai Berita?

Tulisan yang semakin disukai atau dibutuhkan orang untuk dibaca, itulah yang disebut sebagai nilai berita. Perlu diketahui bahwa nilai berita juga biasanya sangat ditentukan kepada beberapa faktor. Secara umum, setiap media menempatkan “selera masyarakat” sebagai faktor yang paling menentukan.

Apa yang dikehendaki, apa yang disukai dan apa yang akan dibaca masyarakat, maka itulah yang diutamakan (prinsipnya, tidak ada media tanpa pembaca). Faktor penentu lainnya adalah iklan (berita pesanan seperti advertorial) dan kebijakan pimpinan media itu sendiri (editorial). Sebagai sebuah industri, media akan berpikir bagaimana masyarakat mau membaca medianya.

Penggunaan kriteria “nilai berita” biasanya juga berlaku baik dalam artikel jenis berita maupun opini. Semakin kita terbiasa menulis, maka harusnya tantangannya lebih ditingkatkan lagi. Bukan sekadar menulis apa yang sedang kamu pikirkan saja, tapi juga mulai belajar menulis apa yang harus kamu pikirkan.Mari dipahami, jika kamu sudah berpikir soal publikasi (tulisan yang di-publish), maka mau tidak mau mulai berpikir apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan (baca: selera) publik. Memang sih, terkadang kamu ingin menulis apapun yang kamu inginkan, tidak peduli publik mau membaca ataupun tidak. Namun yang perlu diingat, sebaik-baiknya tulisan adalah yang bermanfaat bagi orang banyak yang membacanya.Lebih-lebih di media cetak mainstream, jika memang ingin dimuat, maka akan sulit jika hanya berdasar sesuka hatimu (baik berita maupun opini). Dalam hal ini, banyak penulis pemula yang kurang memahami bahwa tidak semua tulisan dapat dimuat kecuali yang memiliki nilai berita tinggi. Sebenarnya, hal-hal apa saja yang bisa menaikkan nilai berita?

Faktor Nilai Berita

  1. Aktual, jika artikel tersebut berdasar kepada sebuah kejadian, maka utamakan memilih kejadian yang aktual, terbaru dan sedang menjadi pembicaraan banyak orang. Pembaca akan menganggap basi jika mengangkat kejadian yang sudah berlangsung beberapa waktu lalu, misalnya, kecuali ada hal baru yang belum pernah dituliskan orang;
  2. Isu atau topik, pilihlah isu yang memang disukai banyak orang. Tidak semua tulisan akan dibaca orang, atau setiap orang tidak akan membaca semua tulisan, melainkan (biasanya) memilih-milih isu yang memang disukai. Masyarakat cenderung masih lebih menyukai isu yang ringan dan menghibur ketimbang yang berat atau serius meski berbobot.
  3. Sasaran. Siapa sasaran yang ingin dituju dan terutama yang memiliki kepentingan terhadap artikel tersebut? Jika hanya sebagian kecil saja yang merasa memiliki kepentingan, maka nilai berita bisa dianggap cukup rendah atau tidak menarik. Tulislah sesuatu yang dapat dirasakan oleh orang banyak. Tidak hanya sekelompok kecil melainkan seluruh masyarakat pembaca memiliki kepentingan terhadap artikel tersebut.
  4. Wilayah. Faktor kedekatan wilayah biasanya lebih memiliki “emosi” ataupun sentimen yang kuat, contoh: Tabrakan Maut Menyebabkan Seorang Pelajar Tewas kejadian di Jakarta. Berita ini lebih memiliki nilai berita yang tinggi ketimbang Bus Terjun Bebas Ke Jurang Seluruh Penumpang Tewas, kejadiannya di India, misalnya. Sama-sama berita kecelakaan dan ada korban, namun karena faktor “kedekatan” wilayah menyebabkan pembaca lebih tertarik membahas kecelakaan di Jakarta.
  5. Tokoh, siapa yang terlibat atau siapa-siapa yang disebutkan dalam tulisan tersebut. Tentu sosok yang lebih terkenal akan lebih menarik untuk diikuti pemberitaannya atau tulisannya daripada orang yang sama sekali tidak dikenal. Tulisan tentang Ahok, Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono tentu lebih menarik minat pembaca. Sebaliknya, siapa yang mau membaca tulisan tentang Si Pulan yang meninggal karena kecelakaan kerja, misalnya;

Silakan dicoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *