Gunung Agung Meletus! Masyarakat Diimbau Tidak Panik dan Tetap Waspada

Posted on

Hotmagz.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat Bali khususnya sekitar Gunung Agung untuk tidak panik terkait Gunung Agung yang meletus dengan menyemburkan abu berwarna kelabu dengan ketinggian sekitar 700 meter di atas puncak.

“Masyarakat di sekitar Gunung Agung, baik pendaki, pengunjung, atau wisatawan, dan penduduk setempat diharap untuk tetap tenang, namun tetap menjaga kewaspadaan dan mengikuti imbauan pemerintah daerah dan instansi berwenang,” imbau Devy Kamil Syahbana, Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG di Denpasar, Bali, Selasa (21/11/2017).

Beliau mengimbau seluruh masyarakat maupun pemerintah daerah, BNPB, BPBD Provinsi Bali, BPBD Kabupaten Karangasem, dan instansi terkait lainnya untuk memantau perkembangan tingkat aktivitas maupun rekomendasi dalam menyikapi status Gunung Agung melalui aplikasi Magma Indonesia yang dapat diakses melalui laman magma.vsi.esdm.go.id.

PVMBG memetakan Zona Perkiraan Bahaya, yaitu dalam area kawah gunung dan seluruh area di dalam radius 6 kilometer dari puncak, serta ditambah perluasan sektoral ke arah utara-timur laut dan tenggara-selatan-baratdaya hingga 7,5 kilometer.

Menurut Devy, Zona Perkiraan Bahaya bersifat dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan terbaru pada gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu.

Menurut PVMBG, daerah yang diprediksi terdampak abu antara lain Banjar (dusun) Belong, Pucang dan Pengalusan (Desa Ban), Badeg Kelodan, Badeg Tengah, Badegdukuh, Telunbuana, Pura, serta Lebih dan Sogra (Desa Sebudi), Banjar Kesimpar, Kidulingkreteg, Putung, Temukus, Besakih dan Jugul (Desa Besakih), Banjar Bukitpaon dan Tanaharon (Desa Buana Giri), Banjar Yehkori, Untalan, Galih dan Pesagi (Desa Jungutan), dan sebagian wilayah Desa Dukuh.

Menurut pengamatan PVMBG, Gunung Agung meletus dengan menyemburkan abu kelabu berketinggian sekitar 700 meter di atas puncak yang bertiup lemah ke arah timur-tenggara sekitar pukul 17:05 WITA.

Terkait kejadian tersebut, PVMBG mengeluarkan rekomendasi apabila terjadi erupsi maka potensi bahaya lain yang dapat terjadi adalah hujan abu lebat yang melanda seluruh Zona Perkiraan Bahaya.

“Hujan abu lebat juga dapat meluas dampaknya ke luar Zona Perkiraan Bahaya, bergantung pada arah dan kecepatan angina,” jelas Devy.

Mengingat adanya potensi bahaya abu vulkanik yang bisa mengakibatkan gangguan pernapasan akut pada manusia, maka dimohon seluruh masyarakat, utamanya yang bermukim di sekitar gunung berapi itu segera menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, maupun pelindung mata sebagai upaya antisipasi kemungkinan bahaya abu vulkanik.(jpp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *