Hidup Dalam Kemiskinan Bukan Berarti Tidak Bisa Berbagi

Posted on

 

HOTMAGZ-Jika Anda masih merasa ragu untuk berbagi dengan orang lain, lihatlah apa yang dilakukan oleh Bai Fang Li. Ia bukanlah seorang yang kaya raya, ia hidup miskin dan hanya bekerja sebagai tukang becak. Selama hidupnya dihabiskan di atas sadel becak. Mengayuh becak tidak membuatnya mengeluh. Bai selalu mengantarkan kemana pelanggannya ingin pergi dengan bayaran yang sekadarnya saja.

 

Hasil dari kerjanya itu sebenarnya bisa ia gunakan untuk membeli makan dan minum yang layak. Bahkan ia seharusnya bisa untuk membeli pakaian menggantikan baju lusuh yang hanya ada satu dan sepasang sepatu bututnya yang sebenarnya sudah tidak layak pakai.

 

Tapi dengan memiliki uang yang cukup tidak membuatnya lantas hidup enak. Karena hasil dari pekerjaannya itu, ia sumbangkan kepada sebuah Yayasan yang didalamnya terdapat sekitar 300 orang anak-anak yatim piatu miskin di Tianjin, China.

 

Akhirnya Bai menutup usianya pada umurnya yang ke 93 tahun. Bai meninggal dalam kemiskinan, namun selama hidupnya ia telah berhasil menyumbangkan uang sekitar Rp 500 juta dari hasil kerjanya tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.