3 Guru Amerika Serikat Yang Juga Berprofesi Sebagai Bintang Porno

Ilustrasi
HOTMAGZ- Jika umumnya di Indonesia profesi sebagai guru merupakan suatu kehormatan. Menurut suku Jawa, kata guru merupakan akronim dari 'digugu lan ditiru' atau tindakan dan ucapannya akan selalu jadi panutan setiap orang. Dari situlah mengapa guru memiliki derajat yang tinggi karena pekerjaannya berkaitan dengan moralitas.

Tapi beda ya jika dalam bahasa Inggris, karena 'teacher' atau pendidik jadi diartikan sebagai orang yang memberikan ilmu saja kepada muridnya.

Namun dibalik itu semua, ternyata ada juga guru yang sekaligus menjadi bintang porno. Sungguh profesi yang sangat bertolak belakang.

Aneh? Tapi memang ada, dan ini sudah dikumpulkan dan dilansir oleh Daily Mail, Mirror, atau LA Weekly. Ini semua mereka lakukan bukan semata-mata karena kekurangan ekonomi, tapi lebih mengarah pada motif personal. Ada juga yang awalnya memang bekerja di film biru, tapi setelah itu dirinya ingin berpindah profesi menjadi seorang pengajar.

Satu yang jelas, ini sangat tidak perlu ditiru oleh para guru di Indonesia. Namun berikut ulasannya tentang kisah para pengajar yang memiliki pekerjaan lain sebagai pemain film biru.

1. Stacie Halas
Stacie Halas
Pada tahun 2012, sebuah sekolah di Kota Oxnard, California, Amerika Serikat bernama SMP Richard B. Haydock digemparkan sebuah berita. Sejumlah murid melihat video yang cukup mengejutkan. Stacie Halas seorang guru IPA beraksi dalam film porno.

Berawal dari mulut para murid hingga terdengar ke telinga kepala sekolah Jeff Chancer. Hingga akhirnya guru 31 tahun itu mengakui jika dulunya ia memang sempat berkecimpung di industri pornografi selama sembilan bulan. Mengetahui itu, pihak sekolah membebastugaskan Halas.

Seorang panel dewan pengawas berpendapat, Halas memang berniat baik untuk membagikan ilmunya. Tapi masa lalu yang dimilikinya itu akan dapat berpengaruh pada penilaian seseorang terhadap dirinya.

"Walaupun karier pornografinya sudah berakhir, materi pornografinya di Internet akan terus menghalanginya untuk menjadi seorang guru yang efektif dan dihormati," tutur Julie Cabos-Owen, penyidang Halas.

Sempat ada gugatan terhadap Halas, tapi akhirnya berita tersebut hilang begitu saja.

2. Benedict Garett
Benedict Garett
Guru tampan yang satu ini selain menjadi guru ternyata punya kerja sambilan juga sebagai bintang porno. Kasus Benedict Garett (31 tahun) ini diketahui tahun 2011.

Pihak sekolah yang berada di kawasan timur Ibu Kota London ini menemukan sebuah bukti yang menunjukan bahwa guru ini mempunyai kerja sambilan sebagai aktor porno dan juga penari telanjang.

Untungya, sekolah tidak begitu saja langsung memecatnya. Ia masih diijinkan untuk mengajar walaupun sudah melanggar norma sosial.

Tapi sejak berita ini terdengan di media massa, Garett merasa nama baiknya tercemar. "Saya tidak melihat ada yang salah dari kegiatan di luar sekolah itu," tuturnya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk berhenti sebagai guru.

3. Shasha Grey
Shasha Grey
Beberapa tahun terakhir, Shasha Grey cukup terkenal di industri film panas Amerika Serikat. Namun tahun 2011 ia memutuskan untuk berhenti. Dan luar biasanya, setelah dirinya berhenti dari pekerjaan dahulunya ia memilih untuk mengajar murid SD.

kini Grey mengajar di SD Emerson, California. Hingga suatu hari warga AS dikejutkan dengan sebuah foto yang memperlihatkan Grey sedang membacakan buku cerita untuk anak-anak.

Kegelisahan pun datang dari para orang tua siswa, mengapa bintang porno itu bisa menjadi pendidik di sekolah tersebut. Grey mengatakan jika ia hanya mendapat tugas sebagai pembaca cerita anak kelas 1 dan 2. Rupanya putri tunggalnya bersekolah di Emerson juga.

Terlepas dari itu semua, Grey mendukung adanya program "Read Across America" yang mengundang siapapun untuk menjadi pengajar tamu. Mantan bintang porno yang pernah mengunjungi Indonesia itu kabarnya selalu mendukung kegiatan literasi.

"Saya percaya pendidikan adalah hak dasar manusia, dan saya mendukung siapapun terlibat dalam program ini. Saya mungkin punya masa lalu yang bisa diperdebatkan tapi itu tidak mengurangi hak saya untuk berbagi pengetahuan," ucap Grey.
(merdeka)
Advertisement