Perang Belanda, Perang paling lama tapi tidak ada korban jiwa

Posted on

Perang Belanda, Perang paling lama tapi tidak ada korban jiwa. Perang ini terjadi antara Belanda dan Kepulauan Scilly. Meskipun
berlangsung selama tiga ratus tiga puluh lima tahun namun sejatinya
telah terjadi gencatan senjata dimana dalam kurung waktu tersebut tidak
ada satu senjata pun yang ditempatkan dan dengan jumlah korban perang
paling sedikit. Perang berakhir pada tahun 1986 ketika disepakati
kesepakatan damai.

Perang ini bermula dari perang Saudara di Inggris antara kelompok royalis dan Parlemen (1642-1652). Kelompok Parlemen yang dipimpin oleh Oliver Cromwell berhasil mendesak kelompok Royalis hingga hanya bertahan di benteng Cornwall. Pada tahun 1648, Cromewell berhasil menguasai Cornwall dan ini berarti seluruh tanah Inggris dikuasai oleh kelompok Parlemen

Kelompok royalis memiliki asset utama yakni angkatan laut yang memberi
pengakuan terhadap Pangeran Wales. Ketika terdesak angkatan laut Royalis
terpaksa mundur di kepulauan Scilly, terletak di lepas pantai Cornish
dan seterusnya tetap berhada di bawah kelompok Royalis, Sir John
Grenville.

Dalam perang tersebut Angkatan Laut Amerika dan Aliansi Provinsi Belanda
bersekutu dengan kelompok parlemen. Bergabungnya Belanda dalam perang
tersebut bertujuan untuk memperkuat aliansi dengan Inggris yang telah
terbangun sejak Perang Delapan Puluh Tahun (1568-1648). Perjanjian
Münster (30 Januari 1648) menandai kemerdekaan Belanda dari Spanyol.
Belanda memilih bersekutu dengan kelompok parlemen karena dinilai
mempunyai kemungkinan menang paling besar.

Namun dalam perang tersebut Belanda menderita kerugian besar akibat gempuran dari armada Royalis yang berbasis di Scilly. Pada
30 Maret 1651, Laksmana Maarten Harpertszoon Tromp tiba di Scilly untuk
menuntut ganti rugi dari armada Royalis untuk kapal Belanda dan
barang-barang yang diambil. Namun tidak dicapai kata sepakat sehingga
Belanda menyatakan Perang secara khusus terhadap kepulauan Scilly,
karena sebagian besar dari Inggris sudah dikuasai oleh Parlemen.

Pada tahun itu juga (Juni 1651) kelompo Royalis menyerah terhadap
pasukan Parlemen yang dipimpin oleh Admiral Robert Blake. Ini berarti
armada Belanda tidak lagi berada dengan ancaman. Namun karena
ketidakjelasan deklarasi satu bngsa perang melawan sebagian kecil lain
Belanda tidak secara resmi menyatakan perdamaian. Hal ini yang
mengakibatkan Belanda dan kepuluan Scilly tetap berada dalam situasi
perang.

sumber : http://forum.viva.co.id/aneh-dan-lucu/1663307-aneh-perang-belanda-paling-lama-dan-tidak-ada-korban-jiwa.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.