Trend : Alasan Psikologis Wanita Suka Foto Selfie

Posted on

foto selfie1


Foto selfie sebenarnya sudah dikenal sejak awal tahun 2000-an, tapi belakangan¬†kata ini semakin ramai dipakai sebagai hashtag di situs jejaring sosial seperti Instagram, Path, dan Facebook. Hashtag ini biasanya disertai foto diri si pemilik akun. Sebelum Facebook populer seperti sekarang, orang banyak mengunggah foto selfie di MySpace. Kata selfie semakin banyak dipakai seiring kehadiran gadget yang dilengkapi dengan kamera di bagian depan sehingga memudahkan pengguna memfoto dirinya sendiri. Begitu populernya kata ini hingga pada November 2013 lalu, Kamus Bahasa Inggris Oxford mengumumkan kata selfie sebagai ‘kata paling banyak dipakai tahun ini’.
Kenapa orang, terutama wanita, senang foto selfie? Menurut psikolog Diana Parkinson, selfie kini menjadi cara baru untuk berkomunikasi yang bisa diterima secara luas. “Ini adalah bentuk modern dari trik menarik perhatian karena sekarang ini sebagian besar orang bertemu dan berkomunikasi secara online, begitulah kita menggambarkan dan menempatkan diri,” ujar Diana dalam wawancara dengan Stylist. Menurut Diana, memang sudah naluri manusia untuk selalu mencari perhatian lawan jenis atau sesamanya. Jika di zaman dulu, orang melakukannya dengan lukisan, kini dibuat dengan memasang foto selfie di situs jejaring sosial.
Psikolog klinis Salma Prabhu sependapat dengan Diana. Menurutnya foto selfie memang cara baru untuk menarik perhatian. Foto tersebut merupakan cara untuk menunjukkan pada dunia seberapa keren diri kita. “Anak-anak muda mencari pujian instan. Membangun kepercayaan diri melalui nilai akademis tidak lagi cukup untuk mereka,” tambahnya seperti dikutip Times of India. Di satu sisi foto selfie ini memang bisa berdampak positif pada diri. Ketika mendapat pujian dan banyak like dari pengguna situs jejaring sosial, orang yang memamerkan foto selfie itu menjadi lebih percaya diri. Meski demikian, aktivitas pamer foto selfie ini juga memiliki dampak negatif. “Ketika orang ketergantungan untuk mendapatkan komentar dan likes, komentar yang menyakitkan bisa melukai kepercayaan dirinya, bukan malah meningkatkannya,” ucap Salma.
Diana menambahkan, jika Anda terus-menerus memamerkan foto apa yang Anda punya, artinya orang tersebut dalam kondisi insecure. “Mereka butuh pengakuan dari pihak lain,” katanya. Apakah ini juga yang jadi alasan Anda berfoto selfie?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.