Office Boy ini Terancam Dibui Gara-gara Posting Meme, Seperti Apa sih Memenya?

Posted on


Hotmagz – Seorang office boy di Ponorogo harus menghadapi nasib buruk. Pria muda bernama Imelda Syahrul (24) itu saat ini tengah berhadapan dengan pihak kepoliisan. Alasannya karena dirinya memposting meme iseng di social media, saat ini ia resmi ditetapkan sebagai tersangka dan terancam di penjara.
Sebelumnya memang Imelda menyebar gambar meme buatannya melalui situs jejaring sosial Facebook miliknya. Awalnya meme tersebut muncul di group Facebook Info Cegatan Polisi Ponorogo pada 30 Oktober kemarin.
Meme tersebut kemudian segera direspon dan menjadi viral di kalangan para netizen lalu mengundang beragam komentar sampai akhirnya tersebar luas ke berbagai lini masa.
Polisi yang dijadikan meme pada gambar tersebut bernama Bripda Aris Kurniawan. Dia adalah anggota Satlantas Polres Ponorogo. Polisi yang dijadikan gambar meme kemudian melihat meme itu karena merasa tidak terima menjadi bahan hinaan, Bripda Aris kemudian melapor ke Satreskrim Polres Ponorogo.
Sampai pada akhirnya polisi sukses melacak keberadaan pemilik akun Facebook dan menangkap Imelda pada 1 November lalu.
“Saya tahu dari teman polisi yang menunjukkan foto saya dilecehkan di Facebook. Setelah melihat, saya langsung lapor ke SPK,” kata Bripda Aris.
Bripda Aris juga menambahkan bahwa dirinya tidak kenal dengan tersangka.
“Saya tidak terima dengan perbuatan seperti itu,” ujar Bripda Aris.
Belum diketahui motif mengapa Imelda membuat dan menyebarkan meme tersebut namun diduga lantaran ia pernah kecewa ditilang oleh polisi di jalanan Kota Ponorogo.
Karena meme sindirannnya itu Imelda kemudian dijerat dengan Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Melalui pasal tersebut, Imelda terancam hukuman pidana penjara paling lama 8 tahun dan atau denda Rp 2 miliar.
Sekarang Office Boy yang tertangkap, besok siapa lagi? Bagaimana pendapat kamu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *