Wabah Hitam Pemusnah Masal

Posted on

Hotmagz.com – Pada saat menonton film Beauty And The Beast yang diperankan oleh Emma Watson ataupun Inferno yang diperankan oleh Tom Hanks. Maka anda akan disuguhi sebuah pemandangan topeng yang sangat mengerikan. Topeng tersebut merupakan Topeng Plague Doctor atau lebih dikenal sebagai topeng dokter wabah. Topeng tersebut tampak sangat mengerikan. Berbentuk seperti wajah burung gagak yang dilengkapi dengan paruhnya yang panjang. Ada sebuah topi dan juga jubah hitam yang menambah kesan mengerikan topeng ini. Topeng Plague Doctor dirancang oleh Dr. Charles de Lorme pada tahun 1619 di Perancis. Dengan topeng menyeramkan tersebut dipercaya bahwa sang dokter tidak akan tertular. Wabah penyakit besar kala itu dipercaya berasal dari udara. Adanya paruh pada topeng sangat membantu sebagai tempat menyimpang wangi-wangian. Ada yang dari lavender, mint, kelopak mawar serta rempah untuk mengurangi bau busuk yang ditimbulkan dari badan si penderita wabah.

Wabah Hitam Pemusnah Masal

Pada saat itu sebuah wabah besar melanda Eropa. Wabah tersebut berhasil menjadi wabah paling mematikan dan mengurangi dua pertiga jumlah populasi penduduk Eropa saat itu. Wabah tersebut lebih dikenal sebagai wabah hitam atau Black Death. Dan masing-masing negara memiliki sejarah kelamnya. Wabah hitam menjadi pendemi hebat pertama kali di Eropa yang terjadi antara tahun 1347 hingga 1351. Kemudian bermunculan wabah-wabah lain seperti Wabah Italia, Wabah Besar London, Wabah Besar Wina, Wabah Besar Marseille kemudian Wabah Moskwa.

Wabah hitam pemusnah masal ini menjadi salah satu ajang perburuan serta pembunuhan. Ajang perburuan dialamatkan pada kaum Yahudi, pengemis, pendatang dan para penderita lepra kala itu. Kenapa wabah ini dinamakan wabah hitam? Berdasarkan sejarahnya, para penulis menamakannya didasarkan pada gejala yang timbul dari para penderita. Gejala awal adalah acral necrosis, adanya pembusukan jaringan yang menyebabkan kulit dari penderita menghitam karena adanya pendarahan subdermal.

Dalam catatan sejarah yang tertera, dikatakan bahwa ilmuwan saat itu meyakini bahwa wabah hitam disebabkan oleh adanya bakteri Yersinia Pestis. Bakteri ini biasanya disebarkan oleh lalat. Untuk wabah pes disebarkan oleh tikus rumah, walaupun banyak sekali orang yang menyangsikan kebenaran tersebut. Infeksi akan lebih mudah menular, terutama apabila orang yang tinggal di kawasan kota. Terlebih ketika banyak sekali pedagang berkumpul dan melakukan transaksi.

Salah satu sejarah terkelam wabah hitam pemusnah masal ini ada di Italia. Seperti di Florence dan Venezia yang menewaskan lebih dari 110 ribu orang. Bahkan sebuah tulisan dari Giovanni Boccaccio sangat menggambarkan kejadian saat itu. Wabah hitam pemusnah masal yang melanda Florence di tahun 1348 membuatnya menuliskan “The Decameron”. Tulisan tersebut mengisahkan cerita 7 orang pria dan tiga wanita yang berusaha lari dari wabah tersebut.

Karena wabah hitam tersebut tali persaudaraan dan sosialisasi antar masyarakat terputus. Hingga akhirnya setiap orang berusaha untuk tidak saling kenal, bertemu, mengunjungi bahkan berhubungan satu dengan yang lainnya. Yang lebih menyeramkan lagi, bagi warga kalangan kelas bawah. Kebanyakan dari mereka banyak yang menetap dan berusaha mengurung diri mereka sendiri di dalam rumah. Namun akhirnya mereka meninggal, para tetangga mengetahui bahwa anda telah meninggal dari bau busuk mayat yang tercium dari rumah. Dan banyak juga mayat-mayat yang membusuk di jalan.

Pada awalnya pemerintah Italia saat itu akan menggali lubang besar dan menguburkan mayat tersebut secara masal atau membakarnya secara masal. Hingga akhirnya ditemukan cara lain yaitu membuang mayat tersebut di sebuah pulau bernama Poveglia. Poveglia sendiri adalah sebuah pulau mengapung yang termasuk dalam Lagoons Venice yang biasanya digunakan sebagai tempat pengasingan. Hingga akhirnya dijadikan tempat penambungan korban wabah hitam. Tidak hanya di Italia, wabah hitam pemusnah masal ini juga menjangkiti Jerman dengan total korban 170 ribu orang. Kota London dan banyak negara besar lainnya hingga akhirnya memakan korban hampir dua pertiga dari populasi Eropa.

Cara penyebaran wabah hitam ini dibedakan menjadi 3 jalur. Varian yang paling umum ditimbulkan dari wabah pes. Gejala yang ditimbulkan adanya pembengkakan kelenjar getah bening yang banyak dijumpai di leher, ketiak ataupun pangkal paha. Penderita ini memiliki harapan hidup satu hanya minggu. Biasanya berawal dari kutu yang memiliki kontak langsung dengan tikus yang terinfeksi wabah. Kutu tersebut yang kemudian akan menginfeksi manusia.

Varian kedua adalah Pneumonia yang ditularkan melalui udara yang keluar dari hembusan nafas korban. Dengan harapan hidup satu hingga dua hari. Varian ketiga yaitu Septicemia yang menyerang sistem darah yang bisa berasal dari gigitan serangga atau hewan pengerat yang terinfeksi wabah. Terlepas dari beberapa penyebab wabah ini, wabah hitam menjadi salah satu sejarah kelam di Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *