Kisah Lucu Istri Yang Menahan Marah Demi Suaminya

Posted on

Amarah
memang kadang sulit sekali dikendalikan. Dalam kehidupan berumah
tangga, sebuah amarah kecil yang saling jalin menjalin bisa menjadi
bom waktu yang mengerikan. Namun tidak bagi pasangan yang sudah 60
tahun bersama.

Photo copyright Thinkstockphotos.com

Suami
istri ini selalu mesra, romantis, menjaga dan menyayangi satu sama
lain. Tak ada rahasia apapun yang mereka sembunyikan, kecuali sebuah
kotak sepatu yang disimpan oleh sang istri di atas lemari pakaian. Ia
selalu memperingatkan suaminya agar tidak menyentuhnya sekalipun.

Suaminya
tak pernah melanggar aturan tersebut. Hingga suatu hari, sang istri
jatuh sakit. Sakit keras yang menurut dokter tak bisa disembuhkan.
Maka sang suami mengambil kotak itu dan membawanya ke sisi sang
istri.

Istrinya
pun setuju bahwa ini memang sudah waktunya membuka kotak sepatu
tersebut. Alangkah terkejutnya sang suami saat menemukan uang
sebanyak $ 95000 atau sekitar Rp 950 juta. Lembaran uang kertas
tersebut diikat gendut-gendut dengan karet dan di dalamnya juga ada 2
boneka rajut. 

“Dari mana ini, Sayang?” tanya suaminya.

Istrinya
pun bercerita, “Saat awal-awal kau menikah denganku,”
ujarnya. “Nenekku menceritakan rahasia sebuah pernikahan
bahagia. Katanya rahasia itu adalah agar aku tidak bertengkar
denganmu, jadi aku harus mengendalikan marah,” lanjutnya.

Sang
istri menceritakan bagaimana ia mengendalikan marah setiap kali
suaminya keras kepala atau terasa menyebalkan, “Nenekku bilang
kalau aku sudah mulai marah padamu, sebaiknya aku merajut boneka.”
Mendengar hal itu suaminya paham.

Ia
melihat ada dua boneka rajut yang manis di situ, ia sangat terharu
karena istrinya sangat sabar. Dalam 60 tahun pernikahan, dia hanya
marah dua kali saja. Tapi ia masih penasaran dengan uang sebanyak
itu. “Sayang, tapi dari mana uang sebanyak ini? Kau menabung
uang belanja kita?” tanya suaminya.

“Oh,
itu?” kata sang istri. “Uang itu kudapatkan dari menjual
boneka-boneka hasil jahitanku,” jawabnya.

Mendengar
jawaban itu, bubrah sudah keharuan sang suami. Ternyata uang-uang itu
hasil menjual boneka-boneka yang mungkin melambangkan kekesalan yang
ditahan istrinya. Entah sudah berapa boneka yang ia buat dan berapa
kali amarah yang dipendam istrinya. Tapi ia salut dengan istrinya
yang mampu menahan amarah dan tetap sabar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.